Rabu, 11 Februari 2015

Pengertian Akuntansi dan Sejarah Akuntansi


| Pengertian Akuntansi | Sejarah Akuntansi | Pada Kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian akuntansi dan sejarah akuntansi. Tentu kita bertanya apakah itu akuntansi dan bagaimanakah sejarah akuntasi tersebut ?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka di bawah ini akan dibahas mengenai pengertian akuntansi dan sejarah akuntansi secara terperinci.


Pengertian Akuntansi Menurut Para Pakar sebagai berikut :

Pengertian Akuntansi menurut Paul Grady adalah suatu body of knowledge serta fungsi organisasi yang secara sistematik, autentik dan orisinal, mencatat, mengklasifikasikan, memperoses, mengikhtisarkan, menganalisis, menginterprestasikan seluruh transaksi dan kejadian serta karakter keuangan yang terjadi dalam operasi entitas akuntansi dalam rangka menyediakan informasi yang berarti dibutuhkan manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.

Kieso dan Weygandt menyatakan Pengertian Akuntansi ialah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikakan kejadian ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan.

Dalam APB (Accoungting Principle Board) Statement No.4 merumuskan Pengertian Akuntansi merupakan suatu kegiatan jasa. Fungsinya yaitu memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran materi (uang), mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, dimana digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif.

Pengertian Akuntansi menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) ialah seni pencatatan, pengikhtisaran dan pengelolaan dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang pada umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Dari Pengertian-pengertian Akuntansi di atas, dapat kita simpulkan bahwa Pengertian Akuntansi yang pertama penekanannya sebagai body of knowledge atau seperangkat pengetahuan yang dihasilkan dari suatu proses pemikiran yang menghasilkan konsep, prinsip, standar, prosedur, teknik dalam rangka menyediakan informasi yang berarti sebagai pertanggungjawaban manajemen.

Pengertian Akuntansi yang kedua menekankan sebagai sebuah sistem yang mengolah input berupa kejadian-kejadian ekonomi atau transaksi-transaksi bisnis dari suatu kesatuan usaha, sedemikian rupa melalui pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, pengiktisaran dan pengkomunikasian hasilnya (output) berupa informasi kepada pihak internal dan eksternal.

Yang Ketiga dari Pengertian Akuntasi di atas menekankan pada akuntansi sebagai alat (tools) untuk penyediaan informasi. Pengertian Akuntansi yang terakhir menekankan pada akuntansi sebagai seni untuk mencatat, mengelompokkan dan mengikhtisarkan, sampai pada seni yang menafsirkan hasil dari transaksi keuangan.

Dalam Buku A Statement of Basic Accounting Theory, Pengertian Akuntasi adalah Proses mengidentifikasi mengukur dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal pertimbangan dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.


  Sejarah Akuntansi

Berbicara mengenai sejarah akuntansi, maka akan dibahas secara terperinci mulai dari awal mulai sampai hadirnya ilmu akuntansi di Indonesia. Sejarah akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan cara penggunaan catatan. Pada abad ke 14 para pedagang Genoa melakukan perhitungan rugi laba dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir dari pelayaran mereka dan tidak melakukan perhitungan pada awal keberangkatannya.

Pada tahun 1494 Lucas Paciolo menerbitkan bukunya tentang akuntansi, dimana bukunya tersebut berisi tentang tata cara pembukuan. Pada tahun ini juga menjadi tonggak sejarah dimulainya manusia mengenal yang namanya akuntansi.

Pada akhir abad ke 5, pusat perdagangan bergeser ke Spanyol, Belanda dan Portugis disebabkan karena menurunnya pengaruh romawi. Sistem akuntansi yang telah dikembangkan oleh bangsa romawi juga ikut berpindah dan dipergunakan di negara-negara lain. Pada saat itu perhitungan rugi laba mulai digunakan secara tahunan, yang menjadi pendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara terus menerus pada akhir waktu yang telah ditentukan.

Pada abad ke ke 19 terjadi revolusi industri di Eropa yang menjadi pendorong berkembangnya akuntansi biaya dan juga konsep penyusutan. New York Slock Exchange & American Institute of Certified Public Accountant pada tahun 1930, membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi untuk perusahaan-perusahaan yang sahammnya telah terdaftar pada bursa saham.

Di Indonesia, Akuntansi mulai diterapkan pada tahun 1642. Namun bukti yang jelas yaitu terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang sudah ada sejad 1747 di Jakarta. Akuntansi di Indonesia berkembang ketika penggunaan UU Tanam Paksa telah dihapuskan, uu ini dihapus pada tahun 1870. Akibatnya muncul para pengusaha swata dari Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia.

Penerapan akuntansi di Indonesia dapat dilihat pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1642. Jika ingin melihat dengan jelas praktik akuntansi di Indonesia, kita dapat melihatnya pada tahun 1747. Pada tahun itu praktik pembukuan digunakan Amphioen Socitety yang bertempat di Jakarta. Pada masa ini, bangsa Belanda mengenalkan double-entry bokkeeping atau yang biasa disebut sistem pembukuan berpasangan sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Paciolli. Perusahaan VOC Belanda merupakan organisasi komersial utama pada masa penjajahan, bangsa belanda memainkan peranan praktik bisnis di Indonesia selama masa ini.

Akuntan publik yang pertama ialah Frese & Hogeweg dimana mendirikan kantor di Indonesia tahun 1918. Pendirian kantornya ini diikuti dengan kantor akuntan yang lain yaitu akuntan H. Y. Voerens tahun 1920 dan juga pendirian Jawatan Akuntan Pajak.

Pada masa penjajahan, tidak ada satu orangpu yang bekerja sebagai akuntan pulik. Namun orang Indonesia pertama yang berkerja dalam bidang akuntansi yaitu JD Massie, yang kemudian diangkat sebagai pemegang buku pada tahun 1929

Pada tahun 1943 sampai dengan 1945 akuntan lokal (Indonesia) mulai bermunculan, dengan lepasnya bangsa Belanda dari Indonesia. Hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia, yaitu Prof. dr. Abutari pada tahun 1947. Namun praktik akuntansi model Belanda masih dipergunakan pada masa setelah kemerdekaan Indonesia. Pendidikan dan juga pelatihan akuntansi masi di dominasi oleh sistem akuntansi milik belanda. Nasionalisasi atas perusahaan milik belanda dan pindahnya bansa belanda dari Indonesia tahun 1958, menyebabkan langkanya akuntan dan tenaga ahli di Indonesia.


Sabtu, 31 Januari 2015


Kunci Sukses Wanita Karier

TEMPO.COJakarta - Psikolog percaya bahwa perempuan dapat memiliki semuanya, tetapi hanya jika mereka siap mengorbankan beberapa otoritasnya di dalam rumah. Penelitian menunjukkan, jika seorang wanita mengurus rumah tangganya tanpa bantuan siapa pun, dia akan memiliki sedikit ketertarikan untuk mengejar karier di luar rumah.

Menurut para ahli, tanggung jawab sehari-hari terhadap tugas domestik menyebabkan wanita tak lagi berambisi untuk sukses di tempat kerja. Studi menunjukkan, jika perempuan ingin meraup semua hal, termasuk kehidupan keluarga maupun kehidupan cinta dan karier, dia harus siap untuk menyerahkan beberapa keputusan rumah tangga dengan suaminya. Ini akan memungkinkannya untuk meraih keberhasilan kerja.

Para ahli dari Universitas California menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh peran tradisional wanita, di mana wanita memiliki sedikit keinginan untuk memiliki kekuasaan lebih di luar rumah. Pria justru sebaliknya. Kekuatannya cenderung terlihat di tempat kerja maupun kehidupan rumah tangga mereka.

Studi ini melibatkan 136 pria dan wanita berusia 18 hingga 30 tahun, yang melihat apakah berada dalam kendali rumah tangga adalah keputusan yang mereka inginkan dan pengaruhnya akan menemukan kekuatan. Pria dan wanita sepakat bahwa tanggung jawab itu adalah sebuah keuntungan.

Kemudian 150 wanita diminta untuk membayangkan menjadi ibu yang sudah menikah dan membuat beberapa keputusan rumah tangga atau keputusan bersama suaminya. Dan menilai harapan-harapan dalam kehidupan mereka sesuai dengan urutan kepentingan.

Konferensi tahunan "The Society of Personality and Social Psychology's" telah menerima laporan dari studi ini. Orang-orang yang memiliki tanggung jawab dalam kendali rumah tangga ternyata memperlihatkan nilai yang sedikit pada hal-hal, seperti mendapatkan gaji tinggi, dibandingkan mereka yang telah membayangkan berbagi tanggung jawab rumah tangga dengan suaminya.

Selain itu, hampir 650 pria dan wanita diminta membayangkan salah satu dari dua skenario yang sama, tetapi berhubungan dengan pembagian pekerjaan rumah tangga. Dalam studi ini terlihat, bagi laki-laki, tugas-tugas rumah tangga tidak mempengaruhi pekerjaan mereka di luar rumah. Sedangkan jika seorang wanita membayangkan harus melakukan semuanya tanpa bertanggung jawab membuat keputusan di dalam rumah, dia masih akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan di tempat kerja.

"Ini menunjukkan aspek daya kendali rumah tangga dapat mengurangi minat perempuan untuk mendapatkan kekuasaan di luar rumah," ujar Profesor Serena Chen, peneliti studi ini. Menurut dia, untuk mewujudkan kesetaraan gender, wanita setidaknya perlu melepaskan sebagian peran utama dalam rumah tangga dan membiarkan laki-laki berbagi peran sebagai pengambil keputusan rumah tangga.
.